DALUNG – Di tengah pesatnya modernisasi yang sering kali menggerus akar budaya lokal, upaya nyata untuk menjaga literasi warisan leluhur terus dikobarkan. Sebagai organisasi umat yang selalu terdepan dalam merawat pilar-pilar kebudayaan Hindu Nusantara, Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan “Pembukaan Kelas Perdana Belajar Aksara Bali Kuno”.
Kegiatan edukatif yang sangat bernilai ini merupakan hasil kolaborasi erat bersama Yayasan Dvipantara Samskrtam. Kelas perdana ini dirancang sebagai momentum penting dalam proses transfer pengetahuan, memastikan bahwa mahakarya aksara dan sastra kuno peninggalan leluhur tidak punah, melainkan terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda Nusantara.
Dibuka Resmi Oleh Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI
Puncak kebanggaan dari inisiatif kultural ini adalah hadirnya dukungan penuh dari pemerintah pusat. Acara ini diawali dengan sambutan dari Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia yang terus memompa semangat pelestarian nilai-nilai Dharma, sebelum akhirnya dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si..

Kehadiran Bapak Dirjen melalui sambungan daring (Zoom Meeting) pada Rabu malam, 16 September 2026, menjadi wujud sinergi nyata antara Dharma Negara dan Dharma Agama. Langkah ini menegaskan bahwa Kemenag RI senantiasa hadir dan mengapresiasi penuh setiap inisiatif keumatan yang berfokus pada pelestarian kearifan lokal (local genius).
Dedikasi Pengajaran: Mengenal Profil I Made Suyasa
Untuk memastikan kualitas pembelajaran yang mumpuni, akademis, dan terstruktur, kelas Aksara Bali Kuno ini dibina langsung oleh Bapak I Made Suyasa. Beliau adalah seorang pengabdi penuh waktu (Pūrṇakālikaḥ) yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Wilayah Singaraja, Negara, serta Bali dan Lombok di Yayasan Dvipantara Samskrtam.
Bapak I Made Suyasa memiliki rekam jejak pendidikan dan kompetensi yang luar biasa di bidang sastra. Beliau meraih gelar S1 Pendidikan Agama Hindu dari STKIP Amlapura, dan saat ini tengah melanjutkan pendidikan S2 di bidang Sahityam atau Sastra Sanskerta di Central Sanskrit University.

Keahlian beliau tidak hanya ditempa di dalam negeri. Sejak tahun 2014, beliau telah aktif mengikuti berbagai pelatihan intensif pengajaran bahasa Sanskerta dan kepemimpinan sukarelawan langsung dari Sanskrit Bhāratī India Foundation di berbagai kota di India, seperti Bangalore, Mysore, Chennai, Nagpur, hingga Kerala.
Melalui Yayasan Dvipantara Samskrtam, Bapak I Made Suyasa mendedikasikan hidupnya sebagai pelestari budaya Bali dengan fokus utama pada pengajaran Aksara Śvalalitā serta pendalaman Sastra Bali. Di bawah bimbingannya, para peserta kelas diharapkan tidak sekadar mampu membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai filosofis yang terkandung di dalam setiap goresan aksara.

Jadwal Kelas dan Semangat Pelestarian
Antusiasme umat untuk merawat warisan aksara ini difasilitasi sepenuhnya secara gratis. Program “Belajar Aksara Bali Kuno” ini dijadwalkan berlangsung intensif selama 7 hari berturut-turut, mulai tanggal 16 hingga 23 September 2026. Proses pembelajaran akan dilaksanakan setiap harinya selama 1,5 jam, dari pukul 18.30 hingga 20.00 WITA melalui platform Zoom Meeting.
Melalui kolaborasi antara Puskor Hindunesia, Yayasan Dvipantara Samskrtam, dan dukungan Kemenag RI ini, diharapkan literasi kuno Nusantara akan kembali bangkit dan berjaya. Mari manfaatkan momentum emas ini untuk mengenali kembali jejak-jejak kearifan yang ditinggalkan para tetua kita.


FAQ – Pertanyaan Umum
Kelas edukatif ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan melestarikan penggunaan aksara kuno Bali kepada generasi muda agar warisan literasi Nusantara tidak punah.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Puskor Hindunesia dengan Yayasan Dvipantara Samskrtam.
Kelas ini dibuka secara resmi melalui platform daring oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si..
Materi pembelajaran dibina langsung oleh Bapak I Made Suyasa, seorang pengabdi penuh waktu dan Koordinator Wilayah dari Yayasan Dvipantara Samskrtam yang ahli dalam Aksara Śvalalitā dan Sastra Bali.
Program ini dilaksanakan selama 7 hari (16-23 September 2026) secara gratis via Zoom Meeting, dengan durasi 1,5 jam setiap harinya mulai pukul 18.30 hingga 20.00 WITA.