Dinamika pelayanan dan pembinaan umat Hindu di Nusantara membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya piawai dalam birokrasi, melainkan juga mengakar kuat pada literasi akademik dan realitas sosial keumatan. Sosok tersebut terefleksi nyata pada diri Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., yang saat ini mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Hindu, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sejak dilantik secara resmi oleh Menteri Agama RI pada September 2022, Prof. Duija terus menghadirkan angin segar bagi birokrasi pelayanan umat. Kepemimpinannya menandai era baru kolaborasi yang erat antara pemerintah dan berbagai kelembagaan sipil, termasuk sinergi strategis yang terbangun bersama Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia).
Jejak Intelektual dan Transformasi Widyalaya
Pria kelahiran Desa Bunutin, Kabupaten Bangli, pada 31 Desember 1967 ini memiliki fondasi pendidikan yang amat solid di bidang Sastra dan Kajian Budaya dari Universitas Udayana. Sebelum memasuki birokrasi pusat, Prof. Duija dikenal luas sebagai seorang pemikir dan Guru Besar di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Denpasar. Latar belakang inilah yang membentuk pendekatan birokrasinya: humanis, berbasis riset, dan menjunjung tinggi kearifan lokal (local genius) Hindu Nusantara.

Salah satu warisan terbesar (legacy) yang terus didorong oleh beliau adalah transformasi sistem pendidikan keagamaan Hindu melalui konsep Widyalaya. Beliau berkomitmen meningkatkan status pendidikan keagamaan Hindu agar setara dan mampu bersaing secara nasional.
Kawal Hak Pendidikan: Usulkan 2.400 Formasi Guru Agama Hindu
Komitmen Prof. Duija terhadap masa depan generasi muda Hindu tidak hanya terbatas pada transformasi kelembagaan, tetapi juga pada pemenuhan tenaga pendidik yang memadai di seluruh pelosok negeri.
Pada Rabu (16/9/2026), beliau menegaskan keseriusan kementerian dalam mengatasi kekurangan tenaga pengajar agama Hindu di sekolah-sekolah umum. Dalam pernyataan resminya, beliau menyampaikan kabar gembira yang menjadi angin segar bagi dunia pendidikan Hindu:
“Kita sudah hitung kebutuhan guru agama Hindu seluruh Indonesia sehingga 2027 kita usulkan 2.400 orang guru agama Hindu sudah masuk ke kemenag bersama bimas2 lain info sudah masuk MenPan, yg nanti diangkat oleh dikdasmen.”
Langkah strategis ini merupakan bukti nyata kehadiran Dharma Negara dalam memastikan setiap anak Hindu mendapatkan hak pendidikan keagamaan yang layak dan berkarakter dari guru-guru yang kompeten secara formal.
Sinergi Akar Rumput: Mengawal Pelestarian Aksara Bali Kuno Bersama Puskor Hindunesia
Kepedulian Prof. Duija yang sangat nyata terhadap pergerakan swadaya keumatan dan pelestarian warisan leluhur juga dibuktikan melalui kehadirannya di tengah-tengah Relawan Dharma.
Pada malam hari ini, Rabu, 16 September 2026, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si dijadwalkan hadir secara langsung untuk membuka resmi acara Pembukaan Kelas Perdana Belajar Aksara Bali Kuno. Program edukatif yang dilangsungkan pada pukul 18.30 hingga 20.00 WITA melalui platform Zoom Meeting ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Puskor Hindunesia dan Yayasan Dvipantara Samskrtam.
Dukungan beliau terhadap program yang diinisiasi oleh akar rumput ini beresonansi kuat dengan perjuangan Puskor Hindunesia di lapangan. Ketegasan kementerian untuk memposisikan diri sebagai pengayom yang merangkul aspirasi budaya umat patut diberikan apresiasi setinggi-tingginya.

Melalui artikel ini, Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia beserta segenap jajaran Relawan Dharma menghaturkan rasa terima kasih dan penghormatan mendalam atas dukungan moril, kebijakan pro-umat, dan pintu birokrasi yang selalu terbuka dari Bapak Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si.
Semoga sinergi antara negara (Dharma Negara) dan pengabdian keumatan (Dharma Agama) ini terus terjalin erat demi mewujudkan kesejahteraan umat Hindu dari Sabang sampai Merauke.
FAQ – Pertanyaan Umum
Beliau adalah seorang akademisi, Guru Besar dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, yang saat ini mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Hindu di Kementerian Agama Republik Indonesia sejak September 2022.
Pada 16 September 2026, Prof. Nengah Duija menyatakan telah menghitung kebutuhan nasional dan mengusulkan 2.400 formasi guru agama Hindu ke Kemenpan RB untuk tahun 2027, yang nantinya akan diangkat oleh Dikdasmen.
Prof. Nengah Duija memberikan dukungan nyata dengan membuka secara resmi “Kelas Perdana Belajar Aksara Bali Kuno” pada 16 September 2026. Program ini diselenggarakan oleh Puskor Hindunesia bekerja sama dengan Yayasan Dvipantara Samskrtam secara virtual.
Kiprah utamanya berfokus pada pengembangan sistem pendidikan keagamaan formal berkonsep Widyalaya, pemenuhan kuota guru agama, penguatan moderasi beragama, serta merawat harmoni sosial umat.